header
DOA BERSAMA SEBAGAI RANGKAIAN HUT SMANSA KE 61 DAN HUT RI KE 73
Post On 16 August 2018 By smanmtrs

Liputan Smansa_ Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Mataram, menggelar doa bersama untuk para korban Gempa bumi di Lombok NTB, pada hari ini, Kamis (16/8).
Dalam doa bersama yang digelar di halaman sekolah ini, para pelajar terlihat sangat khusyuk Pasalnya gempa bumi yang berkekuatan 7.0 SR ini, sangat menyita perhatian masyarakat luas dan menjadi bencana serta musibah bersama.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mataram Drs.H.Muh. Jauhari, MM mengatakan, doa bersama ini merupakan aksi simpatik dari para pelajar dengan adanya bencana yang menewaskan lebih dari 437 warga Lombok.
Menurutnya, ini merupakan wujud pembelajaran di sekolah dengan mengajarkan empati dan simpati kepada para korban yang ditimpa musibah.
“Doa ini kami panjatkan untuk korban dan keluarga para korban agar diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” katanya, kamis (16/8).
Beliau menuturkan, doa bersama para siswa dilakukan oleh guru agama masing masing.
1. Untuk siswa muslim dilaksanakan di lapangan basket Smansa, diawali dengan sholat Dhuha, sholat Ghaib dan ceramah yang diisi oleh Dai Muda Nasional Aa Ardhy Surya Nugraha (alumni Smansa tahun 2009) beliau juga berprofesi sebagai Konsultan Remaja & Keluarga Islam juga sebagai dosen Sekolah Tinggi Inteligen Negara. Dalam ceeramahnya beliau banyak memotivasi pemuda pemudi Smansa dan mengatakan bahwa bencana gempa bumi hanya sebagian kecil bumi yang bergunjang lain halnya dengan kiamat yang akan menggunjangkan seluruh isi bumi, selanjutnya beliau mengingatkan siwa siswi Smansa agar tidak lupa sejarah Indonesia bahwa umat islam punya andil besar dalam sejarah kemerdekaan . selanjutnya diputar video tentang motivasi serta video perjuangan untuk membentuk jiwa Nasionalisme siswa mengingat besok tanggal 17 merupakan hari lahir Indonesia, “ kita tetap mendoakan keselamatan Bangsa Indonesia dan warga Lombok khususnya yang ditimpa musibah gempa bumi”ungkap beliau diakhir ceramahnya pagi ini.
2. Siswa Katolik melaksanakan doa bersama di depan lab. Biologi. doa bersama diisi dengan nyanyian-nyanyian lagu rohani dipimpin langsung oleh Pembina Agama Katolik bapak Hironimus Tero, SPd. Beliau mengungkapkan dalam doa bersama ini mohon keselamatan korban gempa yang meninggal, kesembuhan dan kesabaran untuk korban yang luka-luka serta kekuatan mental bagi siwa siswi dalam menghadapi peristiwa gempa. “Dalam keyakinan iman katolik peristiwa gempa ini karena Tuhan melawati umatnya artinya Tuhan mendatangi umatnya, mengingatkan umatnya akan kasih dan kemurahannya bagi hidup manusia, umat diharapkan selalu percaya dan mendekatkan diri pada Tuhan dalam segala aktivitas hidupnya”Ungkap beliau yang juga sebagai guru Agama Katolik di Smansa.
3. Siswa beragama Kristen melaksanakan doa bersama di halaman parkir guru & pegawai, kegiatan ini dimulai dengan puji-pujian kepada Tuhan sebagai tanda syukur atas keselamatan dan perlindungan yang Tuhan berikan, setelah itu diisi dengan ceramah/khotbah langsung oleh Pembina Imtaq ibu Yuniantri Kalemben S.Th, tema ceramah yang beliau sampaikan yaitu “Tuhan Penolongku”. Kegiatan selanjutnya doa bersama untuk keselamatan daerah Nusa tenggara Barat pada umumnya dan untuk saudara saudara yang mengalami musibah gempa di Lombok khususnya.” Semoga saudara-saudara yang mengalami gempa diberikan kesabaran dan kekuatan untuk bangkit dan menata kehidupan baru”ungkap bu yuni yang juga sebagai guru agama Kristen di Smansa. Beliau juga berdoa dan berharap pemulihan dan perbaikan Smansa, bangsa dan negara serta aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas dan pemulihan bagi pulau Lombok untuk NTB Bangkit
4. Siswa beragama Hindu melaksanakan doa bersama di parkir barat halaman depan Smansa. Doa bersama diawali dengan kidung (pemujaan kepada Tuhan sebelum memulai persembahyangan ) setelah itu darmawacana (ceramah agama) berkaitan dengan keselarasan hubungan yang harmonis dengan alam, selanjutnya Trisandya (doa) dirangkaikan dengan japa mantra (pengucapan nama Tuhan berulang-ulang) serta doa memohon perlindungan kepada Tuhan atas bencana gempa bumi di Lombok, kegiatan selanjutnya Nunas wangsuh pada (memohon air suci/tirta) selanjutnya ceramah dari Pembina Imtaq ibu Ni Komang Purni Marsini, M.Pd.H. Tema ceramah yang beliau sampaikan tentang cara mengatasi trauma dengan Pranayama(Anuloma Viloma)serta pengucapan mantram dengan penuh keyakinan kepada Tuhan(Ida Sang Hyang Widhi Wasa), pada kegiatan penutup diisi dengan mantram parama santi
5. Siswa beragama budha melaksanakan doa bersama di halaman depan perpustakaan, kegiatan doa bersama diawali dengan pembacaan Paritta/paritta suci setelah itu pembacaan ratana Sutta, karaniya metta sutta (sutta cinta kasih), dilanjutkan dengan meditasi mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk. Kegiatan selanjutnya ceramah yang bertemakan ‘dengan kesadaran (sati) membuat kita memiliki ketenangan.’
“Semoga semua makhluk terhindar dari segala marabahaya, terbebas dari penderitaan batin dan jasmani dan semoga semua bahagia” ungkap bu Dyah Ayu Erisa, S.Ag, Pembina Agama Budha sekaligus guru agama budha Smansa.
Demikian sekilas berita dari kegiatan doa bersama Antar Agama di Sekolah kita Smansa tercinta kegiatan ini juga melambangkan toleransi yang baik di sekolah kita. Redaksi mengutip kata yang diungkapkan oleh presiden kita yang ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono “Kita semua berada disini karena kita yakin toleransi merupakan suatu keharusan bagi pembangunan manusia dan sosial” jayalah selalu Smansa “Maju Bersama Hebat Semua” (moernhy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *