header
Pasca Gempa Warga Smansa Bersihkan Sekolah Dan Rapat Persiapan PBM
Post On 08 August 2018 By smanmtrs

Liputan Smansa – Sehari setelah peristiwa gempa (5/8/2018) terjadi, Bapak/Ibu guru serta pegawai SMAN 1 Mataram, melakukan aksi bersih-bersih sekolah. Kebersamaan sangatlah terasa dari warga Smansa yang bergotong royong membersihkan puing puing retakan tidak ada kesulitan membersihkan hanya ada kekhwatiran terjadi gempa susulan sehingga takut retakan yang ada di setiap sudut sekolah jatuh mengingat warga Lombok saat ini masih trauma akibat gempa yang terjadi beruntun dari tanggal 29 juli sampai puncak gempa tanggal 5 Agustus kemarin.

Gempa yang berkekuatan 7.0 SR merupakan persoalan bersama bahkan persoalan dunia sehingga Gubernur NTB melanjutkan Instruksi terkait Darurat Bencana Gempa Lombok agar sekolah tidak menggelar proses belajar mengajar untuk seluruh sekolah/madrasah di pulau Lombok (SD/MI,SMP, SMA/MA, SMK dan SLB) sampai tanggal 8 Agustus. selain itu dikhawatirkan juga bangunan roboh kalau ada gempa susulan dan mengakibatkan korban bagi anak-anak.
Hari selasa kemarin Smansa mengundang pegawai PU untuk mengecek kelayakan ruang kelas yang ada retakan akibat gempa mengingat bangunan SMAN 1 Mataram merupakan bangunan lama. Dan ada lima kelas yang tidak layak untuk digunakan sehingga Proses Belajar Mengajar (PBM) dialihkan ke ruang Lab, selain itu ada ruang UKS juga yang sangat tidak layak mengingat retakan nya merata di seluruh ruangan.

Guru dan pegawai Smansa Mengadakan Rapat Pasca Gempa Foto: moernhy

Hari ini, Rabu (8/8/2018) Bapak kepala sekolah SMAN 1 Mataram mengadakan rapat dengan Bapak/Ibu guru dan pegawai Tata usaha, sebelum rapat dimulai beliau memimpin doa dan membacakan Al Fatihah untuk saudara-saudara kita yang merasakan langsung akibat gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur, agenda rapat selain mendata warga Smansa termasuk siswa siswi yang terdampak gempa juga membicarakan tentang kelanjutan PBM besok Kamis 9 Agustus 2018. Bapak kepala sekolah meminta hari pertama belajar besok anak-anak dikumpulkan di lapangan saja untuk pengarahan dan pemulihan mental siswa akibat trauma gempa serta menggalang aksi peduli terhadap korban gempa di KLU dan Lotim. Ketika rapat ini dilaksanakan tiba-tiba ada gempa susulan berskala 4.9 SR pukul 10.18 WITA sehingga semua Bapak/Ibu guru lari keluar ke lapangan sekolah. (moernhy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *