header
Penyusunan indikator/kisi-kisi soal USBN 2019 SMA Kota Mataram
Post On 25 February 2019 By smanmtrs

Liputan Smansa_ Sebanyak 35 guru Mata Pelajaran untuk Mapel kelompok MIPA tingkat SMA Negeri maupun Swasta yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) berkumpul di SMAN 1 Mataram untuk melakukan penyusunan Indikator (kisi-kisi) soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang baca SMAN 1 Mataram dan dimulai pada pukul 14.00 WITA.
Peserta penyusunan soal adalah guru-guru yang berasal dari seluruh SMA di kota Mataram baik Negeri maupun Swasta yang dipilih secara random (TIM 5). TIM 5 ini dibentuk oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kota Mataram di bawah koordinasi MKKS SMA kota Mataram. TIM ini mempunyai tugas diantaranya:
1. Menyusun indikator soal
2. Menelaah soal yang disusun oleh guru
3. Menggabungkan soal jangkar (pusat 25% dan guru guru 75%)
Penyusunan indikator (kisi-kisi) soal USBN oleh TIM 5 ini meliputi soal kurikulum 2013 atau biasa disebut dengan K13 dan soal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) karena masih ada sekolah yang menggunakan KTSP. Untuk mata pelajaran Matematika selain menyusun soal K13 dan KTSP juga menyusun soal tingkat IPS dan MIPA yang berbeda sesuai dengan tingkat kesukaran masing-masing
Dalam sambutannya ketua MKKS SMA Kota Mataram Drs Sahnan, M.Pd menyatakan bahwa kegiatan ini sudah sesuai dengan POS USBN 2019 beliau juga menekankan kepada peserta agar tugas penyusunan soal ini dikerjakan dengan penuh tanggung jawab karena selain tugas negara guru-guru yang masuk di TIM 5 ini termasuk guru-guru terpilih sehingga harus melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi.
Membuka wawancara dengan TIM Humas Smansa pak Sahnan begitu beliau akrab disapa mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus supaya soal yang diujikan ke semua siswa SMA di kota Mataram ini tingkat kesukarannya sama, tidak ada kesenjangan tingkat kesukaran soal, hanya mungkin saja rumusan soal yang berbeda tetapi singkat kesukaran relatif sama. “Kalau disusun mandiri oleh sekolah-sekolah maka variasi soal dan tingkat kesukarannya beda, hal ini bisa juga dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran dan kualitas guru serta target pencapaian kurikulum yang berbeda-beda” ungkap beliau yang sampai saat ini masih aktif sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Mataram.
“ yang terpenting tujuan dari kegiatan ini seperti yang saya katakan tadi yaitu supaya tingkat kesukaran setiap sekolah itu relatif sama baik SMA Negeri maupun SMA Swasta ataupun SMA favorit dan SMA lainnya, disamping itu kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi guru guru antar MGMP” lanjut beliau yang dengan setia menemani peserta sampai kegiatan ini selesai (moernhy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *