header
PROGRAM IN HOUSE TRAINING (IHT) SMA RUJUKAN SMAN 1 MATARAM TAHUN 2018
Post On 20 July 2018 By smanmtrs

Liputan Smansa. pada hari Rabu , (18/06) di Ruang baca perpustakaan SMAN 1 Mataram dilaksanakan In House Training (IHT), kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 18 s.d 19 juli 2018. Acara ini dibuka oleh Drs Akh. Hidayat, M. Pd (kasi kurikulum SMA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat mewakili Kepala Dinas Dkbud NTB. Dalam sambutannya beliau menekankan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah rujukan untuk berkembang dan terus belajar karena tidak menutup kemungkinan sekolah lain menjadi lebih baik. “ menjadi sekolah rujukan itu sangat berat” ungkap beliau.
Pada kesempatan itu juga kepala UPT Dikmen PK PLK Lobar Mataram Drs H. Abdulrrosyidin R. M.Pd memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan diantaranya sekolah rujukan harus menyerap nilai positif dari sekolah imbas beliau juga menyinggung tentang cuti guru, eksploitasi anggaran dari wali murid, mutasi guru dan beban kerja mengajar “guru wajib hukumnya mengikuti dinamika perubahan”ungkapnya. Kegiatan ini juga di hadiri oleh pengawas pembina SMA Negeri 1 Mataram pak H. Sugeng Prayoga, SPd. MM
Pada kegiatan IHT program sekolah rujukan kali ini bertugas sebagai nara sumber Nur Hidayati, S.Kom, MT Widyaiswara LPMP Prov. NTB, membawakan materi STEM dan PISA. Pada kesempatan ini juga diisi oleh guru-guru SMAN 1 Mataram yang sudah berkompeten di bidangnya dan menjadi instruktur baik ditingkat kabupaten maupun provinsi. diantaranya Dra. Hj. Haryani Sri Mardiyanti, MPd membawakan materi Analisis SKL, KI,dan KD. Dra. Ni wayan Sri Kastining membawa materi Penyusunan Silabus. Dra. Ni Ketut Indraningrat membawakan materi RPP (Pembelajaran Abad 21, 4C dan HOTS), serta I Edi Sugiarto, S.Pd membawakan materi Pengembangan pembelajaran dan penilaian HOTS (Soal US dan USBN)
Tujuan diadakan kegiatan ini sebagai Program SMA Rujukan guna peningkatan mutu Direktorat P-SMA, Penguatan dan pengimbasan SMA Rujukan. Peserta pada cara ini berasal dari guru – guru SMAN 1 Mataram dan dua orang guru dari SMA Negeri/ Swasta di Kota Mataram yang menjadi sekolah mitra/ imbas dari program ini.
Dalam pemaparannya Nara sumber Widyaiswara dari LPMP Prov Nusa Tenggara Barat Bu Nur Hidayati, S.Kom, MT memaparkan tentang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) dan Programme for International Students Assessment (PISA) , STEM yaitu kurikulum yang didasarkan pada gagasan mendidik siswa dalam empat disiplin ilmu khusus – sains, teknologi, teknik dan matematika – dalam pendekatan interdisipliner dan terapan dan PISA yaitu survei internasional tiga tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji keterampilan dan pengetahuan siswa berusia 15 tahun.
Pemateri selanjutnya Hj Har begitu beliau akrab disapa memaparkan Bahan kajian tentang kompetensi, utamanya keterkaitan delapan komponen yaitu Standar Kompetensi Lulusan/SKL, Kompetensi Inti/KI, Kompetensi Dasar/KD, Indikator Pencapaian Kompetenasi/IPK, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Penilaian, dan Pelaporan. Implikasi yang berkaitan dengan keterkaitan kompetensi tersebut sehingga guru harus memahami dan menguasai tentang kompetensi . Tolak ukur ketercapaian SKL dilakukan melalui ketercapaian KI, KI melalui ketercapaian KD, dan KD melalui IPK, ketepatan dalam merumuskan IPK akan mempengaruhi efektifitas proses pembelajaran dan ketepatan pemilihan alat penilaian proses pembelajaran dan ketepatan pemilihan alat penilaian.
Bu Dra. Ni Ketut Indraningrat memaparkan Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. RPP seharusnya dikembangkan sesuai dengan Standar Proses yaitu RPP yang merancang pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik .Selanjutnya guru memiliki keterampilan dalam menyiapkan perangkat pembelajaran yang menguatkan karakter peserta didik, kemampuan berliterasi, serta pengembangan keterampilan Abad 21 sesuai dengan Kurikulum 2013.

Bu kastining sebagai pembicara selanjutnya menjelaskan bagaimana menyusun silabus K13, ditutup oleh pembicara terakhir pak I Edi Sugiarto, S.Pd memaparkan beberapa materi diantaranya mengembangkan soal HOTS dengan langkah-langkah berikut :
1. Menganalisis KD yang dapat dibuatkan soal HOTS, menyusun kisi-kisi soal, memilih stimulus yang menarik dan kontekstual, menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal, dan membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban
2. Guru mampu memfasiltasi pembelajaran dan penilaian yang menguatkan karakter peserta didik, kemampuan berliterasi, HOTS, serta pengembangan keterampilan Abad 21 sesuai dengan Kurikulum 2013.
3. Guru memiliki kecakapan dalam mengembangkan program/aktivitas pembelajaran yang mensinergikan tiga pusat pendidikan dan tiga jalur pendidikan (menggali dan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada di sekitarnya) untuk pembelajaran.
IHT ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi berkelompok per MGMP hingga menyusunan RPP berbasis 4C yang kemudian akan dipresentasikan pada Sesi 2 yakni pada Kamis, 19 Juli 2018. Semoga SMAN 1 Mataram selaku sekolah Rujukan di NTB selalu menginspirasi dan membawa manfaat bagi dunia pendidikan di Kota Mataram pada khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *